back

Zakatku Gelar Tabligh Akbar "Dari Masjid Kita Bangkit" Di Masjid Jami Al-Yusna Gedebage

Created by Administrator Jumat, 07 Apr 2017 Berbagi Berkah , , ,

Masjid merupakan benteng umat islam baik dari gangguan syetan, iblis baik itu berwujud ghaib maupun manusia. “Ketika umat islam hatinya terpaut dimasjid maka kebangkitan akan kembali. Mari kita membangun kebangkitan umat islam dari masjid, dimulai dengan shalat shubuh berjamaah, dan dari masjidlah kita bangkit dan membangun peradaban gemilang”, Ujar Wakil Walikota Bandung, Oded Muhammad Danial. Dalam sambutannya.

Hal itu disampaikan dalam acara Tabligh Akbar bertajuk “Dari Masjid Kita Bangkit”. Acara ini adalah program kerjasama antara LAZ Zakatku dengan Masjid Jami Al-Yusna, Rumah Tahfidz Amanah Quran. Selain itu acara tabligh akbar ini mengundang KH. Tengku Zulkarnain, Wakil Sekjen MUI Pusat, Dr. H. Engkos Kosasih, Lc, M.Ag, Ketua PUI Jawa Barat, Muzammil Hasballah, Tokoh Pemuda (Quran Reciter, Architech) dan Uwais Al Qorni (Da’I Amanah Quran).

Wakil Sekjen MUI Pusat, KH. Tengku Zulkarnain menyampaiakan dalam tausyiahnya “Begitu indahnya islam. Islam mengatur hal-hal sederhana mulai dari istinja’ dan juga tata cara beristinja’, serta kisah perjalanan hijrah Rasulullah Shallailahu alaihi wasallam menuju madinah yang singgah di kampung Quba, dan ini adalah tempat dimana masjid pertama yang dibangun umat islam. Kemudian Rasulullah melanjutkan perjalanan menuju yastrib (madinah). Setelah sampai madinah, Rasulullah Shallailahu alaihi wasallam membangun masjid bernama masjid Nabawi, dan dari dalam masjid itulah Rasulullah Shallailahu alaihi wasallam membangun peradaban”.

Sementara Dr. H. Engkos Kosasih, Lc, M.Ag. mengutarakan dalam tausyiahnya “Wa’tasimu bihablillahi jamiaa wala tafarraqu. Alquran adalah tali agama allah yang membuat kita bersatu, Al-Quran sebagai sumber pengetahuan, sumber intelektualitas, sumber peradaban dan ketika membaca Al-Quran terimalah hidangan dari Allah yang Maha Rahman maka ia tunjuk kita menjadi ahlul Quran”.

Sementara Tokoh Pemuda, Muzammil Hasballah menyampaikan bagaimana agar hati kita bisa tersentuh dengan Al-Quran. “Ada dua sudut pandang yaitu orang yang mendengar dan orang yang membacanya. Bagi pendengar, agar Al-Quran itu benar-benar menjadi petunjuk dan menjadi cahaya hati kita, maka kita harus mengkondisikan bahwa jiwa kita layak untuk menerima hidayah dari Allah. Sedangkan bagi yang membaca, kita membaca Al-Quran sambil merenungi makna ayat yang sedang kita baca. Ketika kita sampai di ayat tentang nikmat, syurga kita memuji Allah SWT dan ketika sampai di ayat tetang adzab dan neraka kita senantiasa beristigfar dan meminta ampun kepada Allah SWT”.

Acara ini berlangsung di Masjid Jami Al-Yusna Cluster Cempaka, Bumi Adipura, Gedebage, Kota Bandung pada tanggal 28 Maret 2017, dengan jamaah yang hadir kurang lebih 500 orang.






comments (0)

post comment